Senin, 03 Desember 2012

Mengenang Sosok Gus Dur

Konon, ada empat misteri di dunia ini, yakni kelahiran, jodoh, kematian, dan Gusdur. Seluruh ucapan, perilaku dan manuver politik mantan Ketum NU tiga periode itu (1984-1998) benar-benar bak misteri. Pernyataan Gusdur kerap disalah artikan dan mengundang kontroversi, bahkan oleh “kandang”-nya sendiri, yaitu kalangan NU dan pesantren.

Memang tak mudah untuk membaca

seorang Gusdur. Hal itu diakui sendiri oleh Bisri Effendy saat memberi kata pengantar dalam buku “Tuhan Tak Perlu Dibela” cetakan 1999. Bagi lawannya, Gusdur adalah musuh Islam nomer satu. Ia dianggap sebagai tokoh yang “meracuni” pemikiran anak muda NU, sekaligus penyebar ideologi sekuler-liberal. Tak heran, konon, jika berpulangnya Gusdur dianggap sebagai bentuk “pertolongan” Tuhan bagi umat Islam oleh seorang tokoh.

Namun, bagi kawan-kawannya, sosok Gusdur sebagai “ad-dakhil” alias pendobrak. Sesuai namanya, Abdurrahman Ad-Dakhil, Gusdur memang “mendobrak” mainstream konservatif kalangan muslim Indonesia melalui berbagai kebijakkan, tulisan dan pernyataannya. Jika Cak Nur dianggap sebagai tokoh yang mengenalkan Islam ke kalangan masyarakat perkotaan, maka Gusdur dianggan sebagai tokoh yang mengenalkan jargon “Mempribumikan Islam dan Meng-Islamkan Pribumi”.

Sementara untuk kalangan umat NU, Gusdur dianggap lebih dari sekedar manusia biasa. Semasa hidup, Beliau dipandang sebagai sosok manusia luar biasa, sosok seorang “Wali Allah.” Tak heran jika berbagai pernyataan kontroversialnya sering di-amin-kan oleh kalangan Nahdhiyin. Mereka memandangnya sebagai wujud dari “sak durunge winarah”, salah satu ke-cirian seorang Wali.

Bagi bangsa Indonesia, terutama kalangan minoritas, Gusdur dilantik secara tak resmi sebagai “guru bangsa”. Ketika Beliau “naik pangkat” menjadi Presiden, banyak kalangan justru menganggap Beliau sejatinya “turun pangkat”. Istilahnya “Semar Dadi Ratu”. Gusdur seakan sudi untuk “disangkar emaskan”. Sementara Semar tak cocok menjadi Ratu. Ia melebihi seorang Ratu. Demikian pula dengan Gusdur.

Untuk kalangan minoritas sosoknya demikian dikenang dan dihormati. Kalangan Tionghoa memberinya gelar “Bapak Tionghoa Indonesia.” Bukan tanpa alasan, Gusdur-lah yang menghilangkan diskriminasi terhadap etnis itu dengan Inpres No. 6/2000, yang dikeluarkan tanggal 17 Januari 2000 untuk mencabut Inpres 14/1967 yang menyudutkan etnis Tionghoa.

Gusdur juga dinilai layak menyandang gelar “Bapak Demokrasi Indonesia”. Pada era kepemimpinannya, Gusdur membubarkan Bakortranas -lembaga ekstra yudisial penerus Kopkamtib- yang memiliki kewenangan luas untuk menindas. Gusdur pula, dengan kebesaran hatinya, meminta maaf kepada korban pembantaian PKI sekaligus mengusulkan untuk mencabut TAP MPRS No. 27/1966. Gusdur juga membuka ruang dialog antar (umat) agama. Ia ingin setiap orang diperlakukan setara dalam hukum, tanpa membeda-bedakan warna kulit, etnis, agama atau ideologi.

Dengan segala rekam jejak positif Gusdur, maka tak heran jika kepergiannya ditangisi oleh banyak pihak dan diantarkan oleh lautan manusia. Kehadiran puluhan ribu orang dan maraknya acara haul Gusdur di seluruh pelosok Indonesia menjadi pertanda bahwa kita sangat merindukan kehadiran kembali sosok seperti layaknya Beliau, sekaligus bangsa merasa kehilangan oleh sosok sekelas Beliau.

Bagi kalangan santri, lautan manusia yang memadati acara haul-haul Gusdur semakin menegaskan indikasi bahwa Gusdur ialah “wali” kesepuluh, setelah Walisanga. Setiap hari makamnya selalu penuh sesak oleh orang-orang yang berziarah untuk sekedar mendoakan atau “ngalap” berkah pada tokoh penggemar cerita silat “Kho Ping Hoo” ini. Bahkan rute ziarah Walisanga -kini- tidak sembilan, melainkan sepuluh, yaitu dengan ditambahkannya makam Gusdur sebagai rute ziarah wisata Wali Allah.

Akhirnya, kini, mata dan raga Gusdur memang “tertidur” panjang, namun hati, jiwa, semangat dan buah pikirnya senantiasa ada untuk diestafet-kan kepada generasi-generasi muda NU dan bangsa selanjutnya. Atau benar ucapan KH Muchit Muzadi, bahwa 100 tahun lagi baru-lah Indonesia melahirkan sosok seperti Gusdur kembali.

Aduh! Bayi Kembar Ini Bertengkar di Dalam Kandungan



Namanya anak-anak, sesekali bertengkar dengan saudara kandung adalah hal yang biasa. Namun bertengkar dengan saudara kembar sejak di dalam kandungan tentu mengejutkan dan kejadian seperti ini tertangkap kamera berteknologi mutakhir.
Dengan menggunakan cine-MRI atau MRI (Magnetic Image Resonance) berteknologi khusus, para ilmuwan di Imperial College mendapati pasangan kembar sedang bertengkar di dalam kandungan. Tampak dalam hasil pemindaian, kedua janin saling menendang.
Awalnya, janin yang ukurannya lebih kecil tampak memulai pertengkaran dengan menendang dan memukul saudara kembarnya. Sepertinya, janin ini berusaha untuk mendapatkan space atau ruang yang lebih longgar agar lebih nyaman.

Janin yang ukurannya lebih besar awalnya tidak begitu mempedulikan, namun lama-lama memberikan respons juga. Diawali dengan membuka mulut seperti orang dewasa sedang mengumpat, lalu tampak dalam hasil pemindaian si janin yang ukurannya lebih besar balas menendang.
"Apa yang kita bisa lihat adalah posisi satu sama lain dan berapa banyak space yang meraka punya, berapa space yang ditempati dan bagaimana mereka bergerak dan mendesak satu sama lain. Kita bisa melihat kondisi yang tidak bisa kita intrepretasikan, namun bisa membuat perempuan mengalami stres," kata salah seorang peneliti, Dr Marisa Taylor-Clarke seperti dikutip dari News.com.au, Senin (3/12/2012).
Pertengkaran saudara kembar ini terpindai secara tidak sengaja ketika para ilmuwan sedang mempelajar Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Pada janin kembar yang memiliki satu plasenta, kondisi ini sering terjadi dan memicu kematian pada 90 persen bayi kembar dengan kondisi seperti ini.
TTTS terjadi ketika salah satu janin mendapat suplai darah terlalu banyak yang bisa memicu tekanan darah tinggi maupun gagal jantung, sementara janin yang lain kekurangan darah. Kematian pada kondisi ini juga bisa terjadi karena janin mengalami gagal ginjal maupun cerebral palsy. (detik/3/12/12)

" Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan !"


Iqra bismi rabbikalladzii khalaq! “Bacalah dengan nama Tuhanmu (asmaul husna) yang menciptakan” (QS Al Alaq:1).

Anda sering mendengar dan membaca surat ini, bukan? Inilah surat yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Tahukah anda, bahwa sesungguhnya surat ini adalah resep luar biasa yang diturunkan Allah untuk kesuksesan dan kesejahteraan manusia?

Di bawah ini adalah hasil survery terhadap orang-orang sukses kelas dunia, tentang CEO’s Character, sifat-sifat yang dimiliki oleh para CEO (pimpinan eksekutif tertinggi) di perusahaan-perusahaan sukses kelas kakap. Survey ini dilakukan oleh The Leadership Challenge yang dimotori James Mc Kouzes, dkk tahun 1993 & 1997.

CEO’s Characters menurut hasil survey:
Trilogi Shalat Sempurna
Jadikan Shalat Lebih Mantap, Lebih
Agung & Lebih Nikmat. Raihlah…

Presentasi Menarik
Rahasia Presentasi Sukses-Menarik
Teknik & Bumbu Ceramah

Yes Bisnis!
Rahasia Bisnis Online Pemula
Mudah – Cepat – Murah

Mutiara Sempurna
Jadikan Hari Hari Penuh Hikmah
dengan Mutiara Penyejuk Hati

1. Jujur
2. Berpikiran maju
3. Inspirator
4. Kompeten
5. Adil
6. Mendukung
7. Pandangan luas
8. Cerdas
9. Terus terang
10. Berani
11. Bisa diandalkan
12. Kerjasama
13. Berdaya imajinasi
14. Perhatian
15. Matang
16. Tegas
17. Berambisi
18. Setia
19. Menguasai diri
20. Mandiri

(Reff: ESQ Power, Ary Ginanjar)

Apa kesimpulannya?
Keberhasilan mereka adalah karena mereka mampu membaca atas nama Allah, dan menerapkannya dalam perusahaan. Coba kita lihat karakter CEO sukses dibanding nama-nama Allah berikut ini:

Jujur (Al Mu’min)
Berpikiran maju (Al Bashir)
Inspirator (Al Bari’)
Kompeten (Al Alim)
Adil (Al Adl)
Mendukung (An Nafi)
Pandangan luas (Al Wasi)
Cerdas (Ar Rosyid)
Terus terang (Al Fattah)
Berani (Al Aziz)

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (QS Al Alaq:1)
Siapakah nama Tuhanku, Tuhan kita?
“Dia adalah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Memberi Keamanan, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Hasyr : 22-24)

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (QS Al Alaq:1)
Membaca dengan nama Tuhan, adalah membaca dengan Asmaul Husna.
Membaca dengan nama Tuhan adalah membaca dengan kemurahan, kasih sayang, kesucian, kesejahteraan, keamanan dan nama Tuhan lainnya.

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (QS Al Alaq:1)
Jika anda melihat paku di jalan raya, apa yang akan anda lakukan? Jika anda membaca keadaan ini atas nama As Salam (Maha Memberi Keselamatan), maka anda akan menyingkirkan paku itu agar orang lain selamat. Namun jika yang membaca keadaan ini adalah penjahat, dia membaca dengan namanya sendiri, maka dia justru akan menambah jumlah paku (kejahatan bermodus tebar paku). Dia justru berharap ada kendaraan yang kempes ban, dan dia bisa melancarkan aksi kejahatannya. Naudzubillah.

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (QS Al Alaq:1)
Inilah yang mengantarkan para CEO sukses menjadi orang papan atas dunia.
Inilah ayat pertama yang diturunkan Allah untuk kesejahteraan manusia.

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (QS Al Alaq:1)

rahmaan : pengasih
rahiim : penyayang
malik : raja
qudduus : suci
salaam : memberi keselamatan
mu’min : terpercaya, memberi keamanan
muhaimin : memelihara
a’ziiz : gagah perkasa, mengalahkan
jabbaar : kuasa, perkasa
mutakabbir : memiliki kebesaran
khooliq : mencipta
baari-u : mengadakan, melepaskan, menata
mushowwir : membentuk
ghoffaar : pengampun
qohhaar : perkasa, memaksa
wahhaab : pemberi
rozzaak : memberi rizki
fattaah : membuka
a’liim : mengetahui
qoobidh : menyempitkan (demi keadilan)
baasith : melapangkan
khoofidh : merendahkan (demi keadilan)
roofi’ : meninggikan
mui’z : memuliakan, membeningkan
mudzil : menghinakan (demi keadilan)
samii’ : mendengar
bashiir : melihat
hakam : memutuskan hukum
a’dl : adil
lathiif : lembut
khobiir : mengetahui, waspada
haliim : penyantun, penyabar
adhiim : agung
ghofuur : pengampun
syakuur : menerima syukur
a’liyyu : tinggi
kabiir : besar
hafiizh : pemelihara, penjaga
muqiit : pemelihara, memberi makan, memberi kekuatan
hasiib : menghitung
jaliil : luhur, tak terukur kebesarannya
kariim : mulia
roqiib : mengawasi
mujiib : memperkenankan
waasi’ : luas
hakiim : bijaksana
wadud : mencintai, mengasihi
majiid : mulia, penyandang kemegahan
baaits : membangkitkan
syahiid : menyaksikan
haqq : benar
wakiil : mengurusi, mewakili, pengemban amanat
qowiiyy : kuat
matiin : kukuh
waliyyu : melindungi
hamiid : terpuji
muhshi : menghitung, pengukur dimensi
mubdi-u : memulai
mui’-d : mengembalikan
muhyi : menghidupkan
mumiit : mematikan
hayyu : hidup
qoyyuum : berdiri sendiri
waajid : menemukan
maajid : mempunyai kemuliaan
waahid : tunggal
shomad : dibutuhkan
qoodir : kuasa
muqtadir : kuasa
muqoddim : mendahulukan
muakhkhir : mengakhirkan
awwal : awal
aakhir : akhir
dhaahir : nyata, jelas
baathin : tersembunyi
waalii : memerintah, menguasai, memberi perlindungan
muta a’-lii : tinggi
barru : dermawan
tawaab : penerima taubat
muntaqim : pengancam, memberi siksa (demi keadilan)
a’fuww : pemaaf, belas kasihan
rou’-f : pelimpah kasih
maalikul mulk : pemilik kerajaan
dzul jalaal wal-ikroom : memiliki keluhuran & kemuliaan
muqsith : adil, memusnahkan
jaami’ : mengumpulkan
ghoniyy : kaya
mughnii : pemberi kekayaan
maani’ : mencegah, mempertahankan
dhoor : pemberi mudharat (demi keadilan)
naafi’ : pemberi manfaat
nuur : pemilik cahaya
haadii : pemberi hidayah
badii’ : pencipta pertama
baaqii : kekal
waarits : mewarisi, kekal abadi
rosyiid : membimbing, pandai
shobuur : penyabar

Bayi Bicara


Rasulullah SAW diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari menyampaikan kepada kita salah satu hikayat bahwa ada seorang bayi yang ketika sedang disusui ibunya tiba-tiba lewatlah seseorang yang ahli maksiat dan pendosa, ibu itu berkata "wahai Allah jadikan lah anakku sepertinya", bayi itu menjawab "wahai Allah jangan kau jadikan aku sepertinya".

dan lewatlah seorang fuqara lantas ibu itu berkata "wahai
Allah jangan jadikan anakku sepertinya" lantas anak itu menjawab "wahai Allah jadikan aku sepertinya".

Maka Imam Bukhari alaihirahmatullah dalam Shahihnya menambahkan makna dari hadits ini bahwa yang didoakan oleh sang ibu pertama kali adalah orang yang wafat didalam kekufuran.

dan yang bayi itu meminta jadikan aku sepertinya adalah orang yang ketika mendapat cobaan selalu mengucap Hasbiyallah, yang selalu berucap ketika mendapat cobaan mengucapkan "Hasbiyallah" cukuplah bagiku Allah.

Demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, hikayat ini singkat tapi Rasul saw menyampaikannya bukan sekedar cerita dongeng belaka tapi menuntun jiwa untuk memahami makna kehidupan dan makna keberuntungan yang hakiki dan makna kehinaan yang hakiki.

Alhafidz Al Imam Ibn Hajar Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisharah Shahih Bukhari memperjelas daripada hadits ini bahwa juga terdapat sebagaimana teriwayatkan bahwa pembantu yg menyisiri rambutnya putra-putri Fir'aun adalah seorang mukmin, Ketika jatuh sisirnya ia mengucapkan nama Allah.

Maka ia pun diketahui mengikuti agamanya Musa as, ibu ini bersama bayinya di angkat keatas sebuah tempat yang tinggi dihadapkan ke sebuah bejana besar berisi minyak yang bergolak, Ibu ini ketakutan ragu karena tidak berani melompat melihat anaknya yang dalam pelukan, maka Allah berikan kekuatan dan kemampuan kepada anaknya untuk berucap "ishbiriiy yaa ummah…." Sabarlah wahai ibunda, kita dalam kebenaran, maka ibu itupun ketika disuruh memilih antara Allah tapi harus lompat di dalam minyak yang mendidih bersama bayinya atau hidup menyembah Fir'aun, ia melompatkan dirinya kedalam minyak tersebut, ia ragu terhadap anaknya dan pada anaknya Allah berikan kekuatan untuk memberi ketabahan kepada sang ibu.

hikmah dari hikayat ini dari demikian besarnya bakti mereka kepada Allah, mereka tidak ingin jauh dari Allah, padahal kalau ibu itu barangkali ia berfikir baiknya aku menipu Fir'aun, biarkan saja seakan-akan menyembah Fir'aun berapa detik lagi aku kembali terus dalam hakekat aqidahku menyembah Allah. Ibu ini tidak ingin demikian karena ingin dekat dengan Allah, tidak ingin jauh dari Allah.

Demikian dahsyatnya ia membela Allah, membela Tauhid, membela iman sehingga ia harus membayar kedekatannya kepada Allah dengan melompatkan diri ke minyak yang mendidih. Ia melakukannya demi keinginannya untuk dekat ke hadirat Allah Jalla Wa'ala.

bahkan diriwayatkan Sayyidatuna Asiah ra istri Fir'aun yang ketika ia diketahui menyembah agama Musa as ia ditangkap dan dicambuk, maka berkatalah istri Fir'aun Sayyidatuna Asiah ra semakin kau tambah cambukanmu semakin membuatku rindu kepada Allah.

Demikian dahsyatnya kerinduannya kepada Rabbul a'lamin, dimana jiwaku dan jiwa kalian dari kerinduan kehadirat Allah Jalla wa'ala?

kita adalah kaum dhuafa yang terus mengemis kehadirat Allah agar terus diberi kekuatan, agar diberi kemampuan oleh Allah untuk mencapai derajat jiwa tertinggi yaitu merindukan Allah swt.

Inilah derajat tertinggi setiap jiwa yang hidup diatas permukaan bumi, mereka adalah orang-orang yang merindukan Allah. Kita tidak mampu barangkali siang dan malam, maka barangkali satu-dua menit, barangkali satu-dua kejap terpanggil jiwa kita dalam sujud untuk kerinduaan Rabbul a'lamin. Dan juga kemuliaan itu akan bangkit ketika kita peduli kepada sesama, jangan biarkan orang sesama kita dalam kegelapan dan kesesatan, ajak mereka dengan kelembutan dan kasih sayang.

Kisah Petualangan Abu Nawas


Siasat Menaklukkan Monyet

Pada suatu hari Abu Nawas tengah melihat pertunjukan monyet ajaib. Ajaib karena si monyet ini hanya mau diperintah oleh pemiliknya saja, kalau diperintah oleh orang lain maka dia akan menolak.


Namun, dengan kecerdasan yang dimilikinya, Abu Nawas akhirnya berhasil mengecoh si monyet sehingga menuruti perkataan Abu Nawas.
Seru Kan.



Ikuti Kisahnya.
Pada suatu hari yang cerah, Abu Nawas telah mendapatkan peri tah dari Raja Harun Ar-Rasyid untuk mengamati dan mencari tahu kekurangan yang ada pada rakyatnya.

Maklumlah, selain terkenal sebagai penyair ulung, Abu Nawas juga termasuk salah satu orang kepercayaan Baginda Raja, karena usulan-usulan dan petuahnya yang seringkali tidak masuk akal, namun tetap bisa menjadi solusi ketika masalah sedang tiba melanda.

Pada suatu malam, Abu Nawas melangkahkan kedua kakinya dengan santai menyisir kota.
Selama dalam perjalanan, ia sama sekali tidak melihat adanya sesuatu yang dirasa janggal, karena kesejahteraan penduduk pada waktu itu boleh dibilang cukup layak.

Pertunjukan Monyet.
Akan tetapi, pada saat Abu Nawas tengah berada di depan tanah lapang yang sering digunakan penduduk untuk mengadakan hajatan, tiba-tiba langkah kakinya terhenti dengan adanya kerumunan massa yang begitu banyak.

Abu Nawas pun bertanya kepada temannya yang bernama Husein yang secara kebetulan baru melihat pertunjukan di sana.
"Ada pertunjukan apa di sana?" tanya Abu Nawas.
"Pertunjukan keliling yang melibatkan monyet ajaib," jawab Husein.
"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" tanya Abu Nawas.
"Monyet tersebut bisa mengerti bahasa manusia dan yang lebih menakjubkan lagi, monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja," jelas Husein.

Ancaman Abu Nawas kepada Monyet.
Jawaban Husein itu telah membuat Abu Nawas semakin tertarik dan penasaran.
Dia langsung pamit pada temannya itu untuk melihat pertunjukan monyet itu. Ketika Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan pada penonton.

Ternyata, sang pemiliki monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.

Tak heran bila banyak diantara penonton mencoba satu persatu, mereka berusaha dengan berbagai cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk.
Namun, hasilnya adalah sia-sia belaka.



Melihat kegigihan si monyet tersebut, Abu Nawas semakin penasaran.
Akhirnya Abu Nawas maju ke depan untuk mencobanya.
Setelah berhadapan dengan monyet itu, Abu Nawas bertanya,
"Tahukah engkau siapa aku ini?"
Si monyet menggeleng-gelengkan kepala.

"Apakah engkau tidak takut kepadaku?" tanya Abu Nawas.
Si monyet menggelengkan kepalanya.

Abu Nawas berhasil.
"Apakah engkau takut kepada tuanmu?" tanya Abu Nawas memancing dan si monyet mulai ragu.
"Bila engkau tetap diam, maka aku akan laporkan kepada tuanmu," ancam Abu Nawas kepada monyet.

Seketika itu juga, si monyet yang pada dasarnya hanya takut kepada tuannya, secara spontan saja emngangguk-anggukkan kepala.

Horee....
Sontak saja saja para penonton bersorak karena ada orang yang mampu membuat si monyet mengangguk-anggukkan kepala.
Karena keberhasilan Abu Nawas tersebut, maka ia telah mendapatkan hadiah berupa uang yang lumayan banyak.

Di lain pihak, si pemilik monyet bukan main marahnya.
Pemilik monyet pun memukuli monyetnya dengan sebatang kayu karena malu terhadap pertunjukan itu

Rumah 'tengah jalan' Cina, akhirnya dihancurkan


Sebuah rumah lima lantai yang menjadi pusat perhatian media karena berada di tengah jalan yang sedang dibangun di Cina sepanjang setahun terakhir akhirnya diratakan dengan tanah.
Jalan yang sedang dibangun di Provinsi Zhejiang di timur Cina itu, dibangun di keliling rumah karena si pemilik, Luo Baogen, menolak ganti rugi yang dianggapnya terlalu sedikit.
Luo, 67 tahun dan berprofesi sebagai peternak bebek, baru saja membangun rumahnya dengan dana US$95.000 (lebih dari Rp911 juta) tetapi hanya ditawari ganti rugi sebesar US$35.000 (Rp 336 juta).

Menurut pejabat setempat, laki-laki itu akhirnya menyerah setelah diwari uang kompensasi US$41.000 (Rp393 juta), lalu kendaraan perata tanah (bulldozer) pun bergerak menghancurkan rumahnya.

'Capek'

Rumah antik itu disebut media negeri Tirai Bambu itu dengan julukan "rumah paku" karena diibatkan sebagai paku yang kukuh dan keras, susah dipindahkan.
Menurut pejabat resmi Cina seperti dikutip kantor berita Xinhua, petani Luo dan istrinya akhirnya menerima tawaran kompensasi yang baru dan mengurus kepindahan ke tempat relokasi dari rumah itu pada Sabtu (1/12) pagi dengan bantuan sejumlah kerabat.
Xinhua menulis situasi kepindahan itu "aneh" dan "heboh" karena gambar-gambar tentang rumah itu diposting di internet.
Menurut kantor berita itu Pak tua Luo mengatakan: "Memang tidak pernah jadi niat kami untuk tinggal selamanya di rumah di tengah jalan begitu. Setelah mendengar penjelasan pemerintah, saya akhirnya memutuskan untuk pindah."
Kepala desa Xiayangzhang, Chen Xuecai, kepada kantor berita Associated Press mengatakan Luo sudah capek mendapat sorotan media karena lelaki tua itu terpaksa harus "menerima belasan orang dari media setiap hari".
Cina sangat giat membangun infrastruktur dan jalan yang dipersoalkan ini merupakan salah satu proyek kunci yang menghubungkan kota dengan sebuah stasiun kereta api baru yang terletak di daerah pinggiran.
Luo adalah satu-satunya warga dari 459 pemilik rumah lainnya, yang menolak tawaran kompensasi untuk pindah demi proyek jalan ini.
Kasus ini juga menjadi penegasan tentang maraknya proyek pemerintah yang dibangun dengan memaksa warga menyerahkan tanah atau aset mereka sehingga menyebabkan munculnya kasus kerusuhan di Cina. Ribuan proyek infrastruktur dan pengembangan wilayah hunian telah menyebabkan munculnya ribuan kasus relokasi. (bbc~tribunnews/3/12/12)

ATSMOSFIR TERBUKTI SEBAGAI ATAP PELINDUNG BUMI KITA -

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika S
erikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.

Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.(http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)

Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai ATAP yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Bagai atap dirumah kita, Nah maka yakinilah kebenaran janji Allah, mari tingkatkan amal shaleh dan ketakwaan kita sekuatnya, jangan ragu dan bimbang, apalagi pake galau. Semoga Allah memudahkan. Amin