Sabtu, 31 Maret 2012

Inilah Ilmuwan Legendaris dari Zaman Al-Murabitun


Para ahli sejarah menyebutkan pada masa pemerintahan Dinasti Al-Murabitun berbagai bidang ilmu pengetahuan dikembangkan oleh kaum Muslimin dari berbagai aspek. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat pada masa itu telah melahirkan para ilmuwan serta  ulama yang andal di bidangnya masing-masing.   

Berikut adalah ilmuwan terkemuka di zaman Almoravid:

* Ibnu Zuhr

Dunia kedokteran Islam telah mengenal dan menguasai penyakit jantung  sejak 900 tahun silam. Menurut Rabie Abdel-Halim dan Salah R Elfaqih dalam karyanya bertajuk  ”Pericardial Pathology 900 Years Ago: A Study and Translations from an Arabic Medical Textbook,” salah seorang dokter Muslim yang sudah mengkaji dan menguasai pengobatan penyakit jantung di zaman keemasan Islam adalah Ibnu Zuhr (1091-1161 M) atau dikenal dengan nama Avenzoar di dunia Barat.

Berdasarkan hasil kajian dari Kitab al-Taysir, karya dokter Muslim legendaris dari Andalusia itu, para sejarawan sains menemukan fakta bahwa Ibnu Zuhr sudah menguasai pengobatan pericarditis. Pericarditis merupakan penyakit peradangan pada pericardium (kantong yang mengelilingi jantung).

Pericarditis dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam pericardium dan menekan jantung, membatasi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah.

Ibnu Zuhr yang diahirkan di Seville, Spanyol, pada tahun 1091 M ini dikenal sebagai dokter, apoteker, ahli bedah, sarjana Islam, dan seorang guru. Beberapa sejarawan menyebut Ibnu Zuhr sebagai orang Yahudi, namun Bapak Sejarah Sains, George Sarton memastikan bahwa sang dokter adalah seorang Muslim.

Ia menimba ilmu kedokteran di Universitas Cordoba. Ibnu Zuhr merupakan keturunan dari keluarga Bani Zuhr yang melahirkan lima generasi dokter, termasuk dua di antaranya wanita. Ia pertama kali belajar praktik kedokteran dari ayahnya bernama Abu’l-Ala Zuhr (wafat tahun 1131 M). Kakeknya juga adalah seorang dokter yang termasyhur di Andalusia.

Setelah merampungkan studinya di bidang sastra dan hukum, Ibnu Zuhr mulai mendalami ilmu kedokteran secara khusus. Ibnu Zuhr lalu mendedikasikan dirinya untuk penguasa Dinasti al-Murabitun. Hubungannya dengan penguasa Dinasti Al-Murabitun memburuk ketika Ali bin Yusuf bin Tasyfin berkuasa.

Ibnu Zuhr lalu dipenjara selama 10 tahun di Marrakech. Setelah kekuasaan dinasti itu berakhir, Ibnu Zuhr kembali ke Andalusia dan mengabdi pada Abdul Mukmin bin Ali penguasa pertama Dinasti Muwahiddun. Di era kekuasaan Dinasti Muwahidun, Ibnu Zuhr menulis karya-karyanya. Ia tutup usia pada 1161 M di tanah kelahirannya, Seville. Meski begitu, ia tetap dikenang dan namanya masih tetap abadi.

Ibnu Zuhr mewariskan beberapa kitab kedokteran penting bagi peradaban manusia modern, seperti Kitab at-Taysirfi al-Mudawat wa at-Tadbir (Perawatan dan Diet) dan Kitab al-Iktisad fi Islah an-Nufus wa al-Ajsad ( Perawatan Jiwa dan Raga) yang berisi rangkuman berbagai penyakit, perawatannya, pencegahan, kesehatan, dan psikoterapi. Salinan kitab ini masih tersimpan di Perpustakaan Istana di Rabat.

Karyanya yang lain adalah Kitab al-Aghdia wa al-Adwya (Nutrisi dan Obat). Dalam kitab itu, Ibnu Zuhr menjelaskan beragam jenis makanan bergizi, obat-obatan, serta dampaknya bagi kesehatan risalah. Dua salinannya masih tersimpan dengan baik di Perpustakaan Istana di Rabat. Lewat karya-karyanya itulah pemikiran Ibnu Zuhr hingga kini tak pernah mati.

* Ibnu Bajjah

Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin ash-Shayigh merupakan filsuf dan dokter Muslim Andalusia yang dikenal di Barat dengan nama Avempace. Ia lahir di Saragossa, Spanyol, pada tahun 1082 M dan meninggal di Fez, Maroko pada 1138 M.

Ziaduddin Sardar dalam bukunya, Science in Islamic Philosopy, menggambarkan sosok Ibnu Bajjah sebagai sarjana Muslim multitalenta. Ibnu Bajjah dikenal sebagai seorang astronom, musisi, dokter, fisikawan, psikolog, pujangga, filsuf, dan ahli logika serta matematikus.Ia mengembangkan beragam ilmu pengetahuan di zaman kekuasaan Dinasti al-Murabitun.

Ibnu Bajjah dikenal sebagai penyair yang hebat. Pamornya sebagai seorang sastrawan dan ahli bahasa begitu mengilap. Salah satu bukti kehebatannya dalam bidang sastra dibuktikannya dengan meraih kemenangan dalam kompetisi puisi bergengsi di zamannya. Emilio Gracia Gomes dalam esainya bertajuk, Moorish Spain, mencatat Ibnu Bajjah sebagai seorang sastrawan hebat.

Menurut seorang penulis kontemporer, Ibnu Khaqan, selain dikenal  sebagai seorang penyair, Ibn Bajjah juga dikenal sebagai musisi. Ia piawai bermain musik, terutama gambus. Yang lebih mengesankan lagi, Ibnu Bajjah adalah ilmuwan yang hafal Alquran. Selain menguasai beragam ilmu, Ibnu Bajjah pun dikenal pula sebagai politikus ulung.

Kehebatannya dalam berpolitik mendapat perhatian dari Abu Bakar bin Ibrahim, seorang gubernur Dinasti al-Murabitun.Ia pun diangkat sebagai menteri semasa Abu Bakar Ibrahim berkuasa di Saragosa. Setelah itu, selama 20 tahun, Ibnu Bajjah pun diangkat menjadi menteri oleh Yahya bin Yusuf bin Tasyfin, yang tak lain adalah saudara Sultan Dinasti al-Murabitun, Yusuf bin Tasyfin.

Pemikirannya memiliki pengaruh yang jelas pada Ibnu Rusyd. Kebanyakan buku dan tulisannya tidak lengkap (atau teratur baik) karena kematiannya yang cepat. Buah pikirnya yang paling populer adalah Risalah al-Wida. Dalam kitab itu, Ibnu Bajjah menceritakan tentang ketuhanan, kewujudan manusia, alam, dan uraian mengenai bidang perobatan.

Karya Ibnu Bajjah lainnya yang berpengaruh adalah Kitab Tadbir al-Mutawahhid. Kitab itu mengungkap pandangannya dalam bidang politik dan filsafat. Ia lebih menekankan kehidupan individu dalam masyarakat yang disebut Mutawahhid . Risalah Tadbir al-Mutawahhid itu diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol. Karya lainnya adalah risalah al-Ittisal al-Aql Bi al-Insan. Karya yang satu ini mengupas secara detail tentang hubungan akal dengan manusia.

Ibnu Bajjah juga telah menulis sebuah buku yang berjudul, Al-Nafs, yang membicarakan persoalan jiwa. Kitab itu juga menerangkan persoalan yang berkait tentang jiwa manusia dengan Tuhan dan pencapaian manusia yang tertinggi daripada kewujudan manusia yaitu kebahagiaan. Pembicaraan itu banyak dipengaruhi oleh gagasan pemikiran filsafat Yunani, seperti Aristoteles, Galenos, Al-Farabi, dan Al-Razi.

Berkat kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tak mengherankan jika Ibnu Bajjah dinobatkan sebagai ilmuwan yang hebat dan sangat dihormati sepanjang sejarah. "Kedudukan Ibnu Bajjah setara dengan Ibnu Rusyd, Ibnu Sina dan Al-Farabi," kata  sejarawan besar, Ibnu Khaldun.

Redaktur: Heri Ruslan

Selasa, 20 Maret 2012

Biografi : Yusuf Mansur

PERSONAL
Ustad Yusuf Mansyur dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustad kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustad terkenal seperti sekarang.

Ustad Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif'ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.

Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustad Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.

Ustad Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Pertengahan November 2009, Ustad Yusuf tertimpa musibah. Rumahnya dirampok, dan ia kehilangan uang sekitar Rp100 juta beserta barang berharga. Namun, beliau menolak memperpanjang kasusnya di polisi.

KARIR
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustad Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustad Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustad Yusuf kembali masuk bui pada 1998.

Saat di penjara itulah, Ustad Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustad Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustad Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.

Hidup Ustad Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustad Yusuf membuat buku WISATA HATI MENCARI TUHAN YANG HILANG. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Ustad Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.

Karir Ustad Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.

Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.

Ustad Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.

Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisata Hati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisata Hati.

Enam Kekuatan yang Wajib Dimiliki Penguasa


SALAH satu penyakit hati adalah tamak, merasa tidak cukup dengan kedudukan atau  harta benda yang sudah dimilikinya. Tamak juga bisa muncul atas dorongan rasa gengsi yang berlebihan karena malu atau tidak suka seandainya ada orang lain yang mengungguli dirinya dari segala hal. Akhirnya segala jalan ditempuh, tanpa memperdulikan etika yang mengikatnya. Perkara yang haram pun dilakukannya demi mewujudkan obsesi keserakahannya.

Karakter seperti di atas hakikatnya bukanlah karakter yang menguntungkan, akan tetapi sebuah karakter yang justeru membawa kepada kerugian dan kesengsaraan hidup, terutama bagi pelakunya. Sejarah telah mencatat secara apik, bagaimana raja-raja atau kaum penguasa yang tamak dan rakus harus berakhir dengan kehinaan dan kesengsaraan.

Sebuah kisah menyebutkan, bahwa sahabat Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم), Abu Bakr Sidiq RA pernah mengatakan, "
Orang yang paling sengsara di dunia dan di akhirat adalah raja-raja atau penguasa." Orang-orang yang ada di sekelilingnya seraya bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Lalu Abu Bakar RA menjawab: "Raja-raja kalau terus berkuasa akan merasa, bahwa apa yang sudah ada dalam tangannya belum cukup. Yang kelihatan olehnya ialah yang di tangan orang lain saja. Ajalnya datang pada saat dirinya berangan-angan. Perasaan belas-kasihan lama-lama menjadi kurang, hasad karena jatah bagiannya sedikit, benci atas kelebihan orang lain, mengeluh ketika dia mampu, kurang percaya terhadap orang lain, serupa dengan uap tengah hari yang disangka air oleh musafir, padahal cahaya terik, pada zahirnya gembira, padahal hatinya sengsara. Kelak bila umur sudah tiba, janji pun datang, hapuslah bayang-bayangnya. Ketika itu mulailah dia dihisab dan peluang untuk dimaafkan pun kecil." Lalu Abu Bakar menutup pembicaraannya dengan sebuah nasehat yang cukup bijak, "Janganlah benci kepada raja-raja, tetapi kasihanilah mereka."

Keterangan yang disampaikan  oleh sahabat yang pertama kali memeluk Islam di atas mengandung peringatan atau kritikan (saran) konstruktif. Terutama bagi penguasa supaya tidak lalai dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Gagal dalam merealisasikan amanahnya, maka kesengsaraan masal akan terjadi.
Muara kesengsaraan ini, tak lain adalah rendahnya moralitas sang pemimpin yang ditandai dengan watak-watak buruk yang sudah mendominasi jiwa dan hatinya, seperti sifat  rakus, dengki, angkuh, emosional, prasangka buruk, khianat, berdusta dan lain sebagainya.

Penguasa seperti inilah yang jiwanya sedang dirundung kesengsaraan.

Dalam kondisi jiwa (batin) seperti itu, maka sekurang-kurangnya sang penguasa  harus segera membangun enam kekuatan dalam jiwanya.

Pertama: Bertaubat. Yaitu kembali kepada jalan yang benar dengan disertai penyesalan, memohon ampun dan konsisten untuk memperbaiki dirinya.
Kedua: Syaja'ah (keberanian). Yaitu berani menegakan kebenaran dan takut pada kesalahan.
Ketiga: Iffah, yaitu pandai menjaga kehormatan batinnya.
Keempat: Hikmah, yaitu cerdas dalam mengambil rahasia dan pelajaran dari pengalaman hidupnya.
Kelima: Al-Adaalah, yaitu  bersikap adil walaupun kepada dirinya.
Keenam: Amanah, yaitu pemimpin yang senantiasa mengedepankan kejujuran dan pantang melakukan kebohongan. Termasuk amanah di sini adalah sungguh-sungguh dalam menunaikan janji-janji yang telah diucapkannya.

Dengan enam kekuatan tersebut, mudah-mudahan kesengsaraan batin sang raja dapat disembuhkan. Sehingga rakyatnya pun merasa lega dan bahagia. Wallahu al-Musta'an.*/
Imron Baehaqi, Lc. Penulis adalah Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Bidang Dakwah dan Tarjih
Red: Cholis Akbar

Senin, 19 Maret 2012

Sudahkah Anak-Anak Siap Memandikan dan Mengkafani Kita Kelak?

JIKA Anda seorang ayah, dan mengenal Islam, dan pernah mendengar ayat ini, maka Anda perlu takjub dengan diri Anda.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa" (QS. Al Furqon:74)

Coba perhatikan makna ayat di atas sekali lagi. Ayat di atas adalah berbicara tentang seorang lelaki atau suami yang mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah mengharapkan agar istri dan anak-anaknya selamat di dunia dan akhirat. Kenapa bukan seorang wanita atau anak-anak? Itulah hebatnya seorang lelaki. Perjuangan hidupnya Allah torehkan dalam kitab yang mulia, Al-Quran. Ia menjadi pemimpin bagi keluarganya. Ia tidak boleh direndahkan oleh dirinya sendiri atau oleh orang lain, karena Allah telah memuliakannya. Ia tidak boleh di belakang wanita sebagai makmum. Ia tetap menjadi pemimpin walaupun berada di kerumunan sepuluh, seratus, atau seribu wanita sekali pun. Bahkan seandainya ada satu milyar wanita, dan ia laki-laki seorang diri. Ia tetap menjadi imam di depan para wanita. Suatu aturan fiqih yang memang benar-benar luar biasa!
Sekali lagi, kalau anda seorang ayah atau laki-laki, maka bersyukurlah.

Tahukah Anda, bahwa doa kita tidak hanya untuk kebahagiaan di dunia ini? Kita berdoa kepada Allah sebenarnya meminta agar kelak di akhirat dimuliakan oleh-Nya.
Bagi orangtua, menjadi Muslim yang baik mungkin tidak sulit, karena sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Walaupun kita terkadang malas untuk mengikuti yang benar, tapi sebenarnya kita tahu bahwa itu adalah yang benar. Bagaimana dengan anak-anak kita?
Jasad Kita, Keturunan Kita
Tidaklah perlu berbicara masalah akhirat. Mari kita berbicara masalah yang benar-benar riil. Yaitu kematian. Setiap orang akan mati.
Pertanyaannya adalah, sudahkah anak-anak Anda siap memandikan dan mengkafani Anda kelak? Siapa nanti yang menurunkan badan Anda ke liang kubur? Pak Modin? Pak Lurah ? Atau pak Carik? Atau seorang polisi dengan pistol di pinggang?
Lihatlah nuansa yang ada di keluarga sendiri, insyaAllah kita akan tahu seperti apa kelak anak-anak kita meilhat jasad kita? Ia akan ngeri karena terlalu banyak melihat film hantu dan zombie atau ia akan mencium dan mengelusnya penuh kasih sayang?
Kita semua sering berdoa meminta Allah agar dikaruniai anak-anak yang sholeh. Di antaranya ada do’a yang berasal dari para Nabi Ibrahim ‘alaihi salaam.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Robbi hablii minash shoolihiin,” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100). Ini juga termasuk do’a yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang sholeh.
Atau doa Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).
Al Qurtubhi rahimahullah berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” Perkataan semacam ini juga dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/333)

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan anak Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan do’a, "Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480).
Dari Abu Hurairah (ra), berkata: "Telah bersabda Rasulullah SAW: Apabila wafat seorang hamba (manusia) maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara: shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yg mendoakannya." (HR Muslim)
Kenapa doa anak yang sholeh mudah di dengar oleh Allah? Karena ketika ia memandikannya, benar-benar ia "elus" kulit dan wajahnya dengan rasa kasih sayang. Ia menangis mengenang kebaikan-kebaikannya.
Kenapa doa anak yang sholeh mudah dikabulkan oleh Allah? Karena ketika ia menjadi imam shalat jenazah di depan jasad ibunya, ia akan bersungguh-sungguh berdoa dengan melinangkan air matanya. Mengenang kebaikan dan keluhuran orangtuanya. Ia akan sangat dan sangat berharap agar Allah benar-benar memuliakan dan menempatkannya di sisi ke Maha Kemulian-Nya.
Ketika ia menurunkan jasad ayah atau ibunya, ia akan menurunkan dengan penuh perasaan dan pelan. Ia pelankan gerakan tangannya, seolah agar tanah yang keras dan bola tanah itu tidak menyakiti jasad yang sudah terbujur. Ia akan pastikan bahwa orangtuanya benar-benar akan mendapatkan posisi tidur yang sangat nyaman.

Sekali lagi, pastikan bahwa nuansa keluarga Anda adalah mereka yang akan mengurus dan menolong kita, setelah kematian nanti.
Nabi tidak pernah mengajarkan kata terlambat. Jika ada benih di tangan, tanam benih itu segera. Perbaiki diri tidak ada kata terlambat, selama nafas masih di dada, dan darah terus mengalir, serta jantung terus berdetak. Kecewa dan menangis dalam masalah dunia adalah biasa. Yang kita kejar adalah akhirat, sedangkan dunia adalah wasilah atau sarana. Silakan mencoba.!.*

M. Yusuf Efendi. Penulis tinggal di San Fransisco. http://blogku.net
FB/YM/Skype: myusufe

Ilustrasi seorang anak yang berbakti pada orangtuanya

10 fakta menarik

Sejak lahir, kita hidup bersama di antara keberagaman bumi bersama makhluk hidup lainnya. Ada sejumlah fakta-fakta menarik tentang rumah kita ini, seperti dikutip dari laman Livescience.
Setelah 10 fakta menarik yang sudah ditulis sebelumnya, ini fakta-fakta lainnya:

10. Ungu
Dulu, bumi berwarna ungu, bukan hijau seperti sekarang ini. Dugaan ini disampaikan ahli genetika mikroba asal University of Maryland, Shil DasSarma. Mikroba purba, kata dia, menggunakan molekul ketimbang klorofil untuk mengikat dan memanfaatkan sinar matahari. Proses ini memberikan rona ungu pada organisme tersebut.
DasSarma menduga klorofil baru muncul setelah molekul yang sensitif cahaya yang disebut retina muncul di awal kehidupan bumi.

9. Laut
Mayoritas wilayah bumi ditutupi lautan, yakni sekitar 70 persen. Hingga kini, manusia baru mengekslorasi 5 persen saja. Artinya, manusia belum pernah melihat 95 persen isi lautan lainnya.

8. Emas

Lautan kita pun mengandung 20 juta ton emas. Tapi, logam mulia ini sangat encer. Dalam setiap liter air laut terkandung sepersekian miliar gram emas. Logam incaran manusia ini juga larut dalam bebatuan di dasar laut dan sejauh ini belum ada cara yang efisien untuk mendapatkan emas murni dari lautan ini.

7. Debu Kosmik

Bumi selalu ditaburi debu dari langit. Setiap hari sekitar 100 ton bahan antarplanet --kebanyakan dalam bentuk debu-- melayang turun ke permukaan bumi. Partikel terkecil dilepaskan oleh komet saat es mereka menguap ketika mendekati matahari.

6. Letusan mahadahsyat

Letusan gunung berapi paling besar dan tercatat manusia adalah letusan Gunung Tambora, Indonesia. Pada April 1815, gunung di Pulau Sumbawa, NTB ini meletus dengan ranking super kolosal, 7, dalam skala Volcanic Explosivity Index (VEI) dari 1 sampai 8.
   
Ledakan ini disebut sangat keras hingga terdengar sampai Pulau Sumatera yang berjarak 1.930 km. Korban tewas dalam bencana alam ini mencapai 71.000 orang. Letusan ini juga memuntahkan debu tebal hingga jauh dari pulau Sumbawa.

5. Kota terpada
Anda tidak suka dengan orang banyak? Menjauhlah dari Manila. Kota di Filipina ini menjadi kota dengan tingkat kepadatan tertinggi di muka bumi. Pada sensus 2007, 1.660.714 orang tinggal di 38,55 kilometer persegi.

4. Paling kering
Tempat paling kering di muka bumi adalah Gurun Atacama di Chile dan Peru. Di pusat gurun ini, ada beberapa tempat yang tidak pernah disinggahi hujan.

3. 'Bumi' lain

Para ahli yakin ada planet lain yang serupa dengan bumi, memiliki kehidupan di dalamnya. Peneliti antariksa menemukan sejumlah bukti keberadaan planet 'bumi' lain yang mengorbit pada bintang yang sangat jauh dari tata surya kita.

Salah satu planet yang diduga mirip bumi adalah Kepler 22-b yang memiliki zona habitat seperti bumi.

2. Langit di mana cahaya menari
Beberapa penduduk bumi, khususnya di dekat kutub, memiliki kesempatan menikmati cahaya aurora. Cahaya ini makin sering nampak saat matahari memasuki siklus 11 tahunan yang kerap disebut sebagai badai matahari. Cahaya Selatan atau Aurora Australis lebih jarang terlihat dibanding Aurora Borealis, Cahaya Utara.

1. Gravitasi aneh

Karena dunia kita bukan bola yang sempurna, massanya didistribusikan tidak merata. Dan masa tidak merata berarti gravitasi yang tidak merata juga. Satu anomali gravitasi misterius adalah di Teluk Hudson dari Kanada. Daerah ini memiliki gravitasi lebih rendah dari wilayah lain. (umi)

Islam versus Yahudi (As-Shiraa’ Bainal Muslimin Wal Yahud)

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُود
Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com - ”Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon:”Wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” (HR Muslim)
Dalam sebuah hadits ketika Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang tafsir al-maghdhubi ‘alaihim (orang-orang yang dimurkai), Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Mereka adalah Yahudi”. Sedangkan tafsir ad-dhaalliin (orang-orang yang sesat), Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Nashrani” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi).
Jawaban Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam atas tafsir surat al-Fatihah ini mengisyaratkan tentang karakteristik Yahudi. Murka Allah atas mereka adalah sebuah kesimpulan atas perjalanan panjang dari daftar kejahatan dan kerusakan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi sepanjang masa di muka bumi. Dan kaum Yahudi bukan hanya dimurkai Allah, tetapi dimurkai dan dimusuhi oleh mahluk Allah di langit dan di bumi.
Kemudian di surat-surat dan ayat-ayat berikutnya Allah Ta’ala menceritakan secara rinci watak dan perilaku Yahudi. Dan dalam dokumen resmi 24 pasal protokol Yahudi, karakteristik mereka dijelaskannya secara lebih mendalam, rinci dan panjang lebar tentang rencana kejahatan yang akan dilakukan Yahudi dan penyikapannya terhadap orang-orang di luar Yahudi.
Yahudi Dan Bani Israil
Bani Israil berasal dari kata Bani yang berarti keturunan dan Israil adalah nama lain dari nabi Ya’qub AS putra Ishak as putra Ibrahim as. Israil itu sendiri berasal dari bahasa Ibrani Isra berarti hamba dan iel berarti Allah, yaitu hamba Allah atau Abdullah. Jadi Bani Israil adalah suatu bangsa atau suatu kaum dari keturunan Ibrahim AS dari jalur keturunan Ishak as. Kepada mereka diturunkan mayoritas para nabi dan rasul. Dan Allah SWT memuliakan mereka dan mengangkat derajat mereka atas semua mahlukNya pada masa tersebut.
Sebenarnya Bani Israel adalah bangsa yang dipilih oleh Allah. Dari bangsa inilah Allah banyak mengutus para nabi dan rasul seperti Ishak as, Ya’kub as, Yusuf as, Daud, Sulaiman, Syauaib as, Musa as, Zakariya as, Yahya AS dan Isa as. Tetapi setelah nabi terakhir berpindah ke Bani Isma’il maka mayoritas mereka mengingkari ajaran tauhid yang dibawa nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana juga sebelumnya mereka banyak mengingkari nabi-nabi dari bangsanya bahkan lebih dari itu banyak juga nabi-nabi dari Bani Israel yang dibunuh di tangan mereka sendiri.
Sedangkan Yahudi adalah nama agama yang dianut oleh sebagian Bani Israil yang sudah jauh menyimpang dari ajaran yang dibawa oleh nabi Musa as. Kaum Yahudi sekarang secara umum terdiri dari dua kategori besar. Pertama disebut bangsa Sam (Semitic), kedua, adalah yang bukan Sam. Yahudi Sam inilah yang secara historis keturunan Nabi Ibrahim as. Dan uniknya Amerika Serikat sebagai negara besar dan Super Power Dunia dengan sangat bangga menyebut dirinya dengan Paman Sam.
Perhatian Islam terhadap Bani Israil sangat besar, hal ini karena terkait dengan risalah yang dibawa oleh nabi-nabi Bani Israel dan pengingkaran mereka terhadap para nabinya. Al-Qur’an menyebutkan 8 kali kata al-yahud, sekali kata Yahudi, 2 kali kata Israil dan 42 kali kata Bani Israil. Dan kisah tentang Bani Israil sangat banyak diceritakan dalam Al-Qur’an.
Realitas ini dapat diambil pelajarannya, di antaranya:
  1. Kepada mereka banyak diturunkan para nabi dan rasul
  2. Bani Israil banyak yang mengingkari para nabi dan rasul
  3. Sebagian Bani Israil membuat agama Yahudi dan sebagian lain membuat agama Nashrani yang menyimpang dari agama tauhid yang dibawa nabi Musa as. Dan nabi Isa as.
  4. Keburukan dan kejahatan watak Bani Israil agar tidak terulang pada umat Islam
  5. Umat Islam berhati-hati dan waspada terhadap permusuhan yang dilakukan oleh Bani Israil.
  6. Bani Israil adalah bangsa yang besar dan sebagiannya masih dapat diharapkan keislamannya terutama penganut agama Nashrani.
  7. Kaum Yahudi dinyatakan al-Qur’an yang paling keras permusuhannya terhadap umat Islam.
Permusuhan bangsa Yahudi kepada orang-orang beriman berlipat ganda karena berpindahnya kenabian dari Bani Israel ke Bani Ismail, dan karena sikap mereka yang merasa lebih mulia, dan lebih dari itu karena mereka tidak beriman kepada Allah. Permusuhan itu sudah berlangsung sangat lama semenjak Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi rasul. Walaupun sebenarnya Bani Israel dan Bani Isma’il bertemu pada satu titik ajaran dan keturunan yaitu Nabi Ibrahim as.
Nabi Ibrahim as mempunyai dua putra, pertama Ismail as, dan anak-cucu dari beliau disebut Bani Ismail. Putra yang kedua Ishak as, dan Ishak as punya putra Ya’kub as. Dan Ya’kub disebut juga Israil sedangkan keturunan Ya’kub disebut Bani Israil. Banyak di antara mereka yang menjadi nabi tetapi banyak pula yang mengingkari nabinya.
Bahaya Yahudi Terhadap Dunia
Potret dari kejahatan dan kerusakan yang dilakukan bangsa Yahudi sekarang mewarnai seluruh sistem peradaban modern yang berpengaruh hampir di seluruh dunia. Sistem ekonomi kapitalis dimana riba sebagai tulang punggungnya, adalah sistem yang dibangun oleh orang-orang Yahudi. Dan lobi Yahudi berusaha menguasai penguasa negara-negara maju, puncaknya adalah AS. Semuanya dilakukan untuk kepentingan politik dan ekonomi Zionisme Yahudi.
Sedangkan kejahatan secara fisik mereka ada di negara Palestina. Al-Qur’an mengabadikan kejahatan Yahudi dalam beberapa surat, di antaranya surat al-Israa’ atau surat Bani Israil.
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar” (QS. al-Israa’: 4).
Pertarungan abadi antara orang-orang beriman dengan Yahudi akan terus berjalan sampai umat Islam mengalahkan dan melenyapkan kejahatannya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon: wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah’, ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” (HR Muslim)
Ini adalah salah satu hadits di antara banyak hadits yang menceritakan permusuhan dan peperangan yang terjadi antara umat Islam dengan Yahudi. Lebih dari itu Al-Qur’an sudah sedemikian jelas menceritakan permusuhan abadi antara bangsa Yahudi dengan umat Islam. Allah swt berfirman:
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (QS. Al-Maa-idah: 82).
Untuk mencengkeram mangsanya, Yahudi selalu menggunakan lembaga-lembaga formal, baik lembaga sosial, ekonomi, maupun politik, seperti; Free Mason Re, Rotary Club, Lions Club, IMF, Bank Dunia, bahkan PBB. Lembaga-lembaga tersebut adalah lembaga milik Yahudi atau dikuasai Yahudi. Karena begitu culasnya Yahudi, mereka menjadi musuh bersama semua bangsa. Bukan hanya dimusuhi semua bangsa, tetapi mereka juga di musuhi oleh mahluk Allah lainnya seperti batu-batuan dan pohon-pohonan, sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas.
Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa Yahudi adalah musuh abadi umat Islam bahkan umat manusia secara keseluruhan sampai hari kiamat. Jika syetan adalah musuh abadi manusia, karena hasad kepada Adam as, maka Yahudi adalah musuh abadi umat Islam karena hasad kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan umat Islam. Oleh karena itu orang-orang yang dekat dengan Yahudi, ingin bekerja sama dalam suatu urusan dan selalu membelanya, mereka adalah orang yang cacat imannya dan merupakan agen Yahudi yang harus diwaspadai oleh umat Islam.
Protokalat Zionis VI banyak bicara tentang strategi ekonomi mereka, di antaranya menyebutkan:
Poin 1. Kita akan segera membentuk berbagai monopoli yang besar, penampungan kekayaan yang sangat besar, yang dengannya bahkan kekayaan orang-orang goyim (non Yahudi) yang besar sekalipun akan bergantung sedemikian rupa pada pinjaman kita sehingga mereka akan tenggelam bersama dengan pinjaman dari negara-negara pada hari setelah mereka mendapat hantaman politik.
Poin 3. Dengan segala cara, kita harus membangun kepentingan pemerintah adidaya kita dengan menghadirkannya sebagai pelindung dan penyantun semua yang sukarela tunduk kepada kita.
Poin 7. Kita akan mendorong mereka untuk hidup bermewah-mewah tanpa batas, sebagaimana yang telah kita lakukan sebelum ini. Kita akan tambah upah kerja bagi kaum buruh. Berbarengan dengan itu kita akan naikkan harga komoditi barang-barang kebutuhan pokok sebagai alasan karena buruknya hasil panen. Juga akan kita sebarkan bibit kekacauan di kalangan kaum pekerja industri dengan menggemarkan mereka bermabuk-mabukan minuman keras dan Narkoba lainnya. Saat itu juga kita akan pakai semua sarana untuk mengusir orang-orang yang pandai di antara mereka (goyim) dari muka bumi. Kita tidak perlu memperhitungkan nasib mereka saat mereka butuh pada kita. Kita akan memberikan konsep perbaikan nasib buruh kepada para pekerja yang tertindas, untuk mencari jalan keluar dari problem mereka di bidang ekonomi. Propaganda kita di bidang ekonomi akan banyak membantu ke arah itu.
Permusuhan Yahudi Di Masa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Pada saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah benih-benih ketidaksukaan orang-orang Yahudi mulai muncul, apalagi setelah nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menguasai kota Madinah. Orang-orang Yahudi di Madinah baik dari Bani Qoinuqa, Bani Nadhir dan Bani Quraizhah walaupun sudah membuat perjanjian damai tetapi berkali-kali mengkhianatinya bahkan melakukan permusuhan terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin.
Konflik antara umat Islam dengan Yahudi dari Bani Qoinuqa di Madinah terjadi setelah perang Badar. Yahudi Bani Qoinuqa meremehkan kekuatan umat Islam, kemenangan di perang Badar atas kaum kafir Quraisy mereka anggap karena kaum muslimin menghadapi kelompok yang tidak pandai teknik berperang. Bahkan mereka menantang perang dengan kaum muslimin. Menghadapi tingkah mereka, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berusaha menyabarkan diri dan sahabatnya. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena terjadi insiden yang menimpa salah seorang muslimah. Ketika itu ia sedang berada di pasar Bani Qoinuqa. Seorang Yahudi mempermainkannya dan meminta agar ia membuka kerudungnya, tentu saja muslimah tersebut menolak. Kemudian pada saat ia sedang lengah dan duduk di suatu tempat, si Yahudi mengikatkan ujung kerudung muslimah tersebut dengan tali pada sebuah batu, tentu saja ketika si muslimah itu bangun tersingkaplah auratnya. Maka ia berteriak minta tolong. Seorang muslim yang berada di dekatnya segera menolongnya dan membunuh si Yahudi tadi, sebaliknya kemudian si muslim tadi pun dikeroyok sampai meninggal. Maka orang-orang muslim minta tolong pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat. Sehingga Rasul mengusir Yahudi Bani Qoinuqa dari Madinah karena ulah mereka mengganggu seorang muslimah.
Konflik kembali lagi terjadi, kali ini umat Islam menghadapi Yahudi Bani Nadhir. Setelah perang Uhud Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan umat Islam mendatangi perkampungan Bani Nadhir untuk meminta diyat (denda). Hal tersebut dilakukan sesuai perjanjian yang telah dibuat, jika ada anggota masyarakat Madinah yang terbunuh, mereka dikenakan diyat. Di depan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mereka menyanggupi permintaan tersebut. Tetapi ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk bersandar di sebuah dinding rumah, sekelompok Yahudi Bani Nadhir merencanakan percobaan pembunuhan terhadap Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dengan menjatuhkan batu dari atas rumah tempat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam duduk. Tetapi malaikat Jibril memberitahu kejadian tersebut dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pulang ke Madinah. Selanjutnya beliau datang lagi bersama sahabat yang lain mengusir Yahudi Bani Nadhir dari Madinah.
Adapun Bani Quraidhah mereka mengkhianati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Ahzab. Pada waktu perang Ahzab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi musuh multinasional dari luar Madinah pasukan kafir Quraisy bersekutu dengan yang lain menghadapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya. Sedangkan di dalam Madinah Yahudi Bani Quraidhah dan orang Munafik mengkhianati umat Islam. Maka setelah perang Ahzab usai dan kemenangan berada di pihak umat Islam Allah memerintahkan umat Islam untuk menyerang Bani Quraidhah. Dan mereka pun berhasil dilumpuhkan dan sebagiannya melarikan diri. Puncaknya umat Islam berhasil menghilangkan gangguan kaum Yahudi Madinah dengan berhasil mengalahkan mereka di Khaibar.
Begitulah permusuhan kaum Yahudi di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Di masa berikutnya permusuhan mereka tidak padam malah semakin sengit dan keras. Mereka senantiasa mencari-cari celah kelemahan umat Islam untuk dihantam dan dihancurkan.
Permusuhan Yahudi Di Masa Modern
Perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan penguasa di negara-negara muslim selalu saja merugikan kepentingan umat Islam. Walaupun begitu setelah itu mereka khianati kembali. Perjanjian Camp David yang dilakukan pemerintah Mesir dengan bangsa Yahudi mengakibatkan Mesir menderita kerugian moril dan materiil yang sangat banyak. Begitu juga perjanjian Gaza dan Arikha yang dilakukan antara PLO dengan Yahudi. Perjanjian tersebut di samping merugikan bangsa muslim Palestina, lebih diperparah lagi oleh pengkhianatan bangsa Yahudi dengan kejadian Tragedi Masjid Ibrahim (Hebron) Al Khalil 12 Februari 1994, yaitu pembantaian umat Islam di masjid Ibrahim saat mereka sedang melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Sekitar 100 mati syahid, 300 orang lainnya luka parah.
Dan pembantaian Zionisme Yahudi atas umat Islam di Palestina akan terus terjadi. Tragedi berdarah berulang kembali pada Senin 22 Juli 2002 M. Pada malam berdarah yang penuh duka itu, militer rezim Imperialis Israel menggempur kampung el Durj di kota Gaza dengan menggunakan pesawat F16 buatan Amerika. Sebuah adegan pembantaian kemanusiaan secara keji dan biadab yang mengakibatkan 17 warga Palestina gugur, 3 di antaranya wanita dan 11 lainnya anak-anak. Ditambah Asy Syahid Saalah Shahadah, seorang pendiri dan pemimpin umum Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Aksi pembantaian tersebut juga melukai 176 warga, 115 di antaranya dalam kondisi kritis.
Dan pada hari Senin, 22 Maret 2004, pemimpin Spiritual Hamas Sheikh Ahmad Yasin mendapat giliran keganasan Yahudi. Tiga rudal Zionis menerjang tubuh lumpuhnya yang ringkih. Pada hari itu beliau dibantu oleh dua pengawalnya menuju Masjid Mujamah Al-Islami. Letaknya kira-kira hanya 200 meter dari rumahnya. Sheikh Yassin menunggu hingga azan subuh yang jatuh pada sekitar pukul 03:00 GMT (waktu internasional). Usai menuntaskan shalatnya para jama’ah seperti biasa, berkerumun untuk menyalaminya. Kemudian menanyakan tentang kesehatan beliau, seakan para jama’ah ingin mengucapkan salam perpisahan kepada pria yang tak pernah kenal menyerah kepada penjajah Zionis itu.
Ketika dua pembantunya menolong mendorong kursi rodanya keluar, lalu kira-kira hanya berjarak 40 meter dari pintu masjid, sebuah helikopter Apache buatan AS menghujamkan 3 rudalnya ke arah tubuh renta itu. Salah satunya tepat menimpa langsung ke tubuh Sheikh Yasin. Seketika itu juga Yasin menemui syahidnya, suatu momentum yang sesungguhnya telah lama dinanti-nanti pria yang seluruh tubuhnya lumpuh total itu.
Segera setelah pemboman itu, sejumlah ambulan menghambur ke lokasi kejadian dengan membunyikan sirenenya. Bunyi raungan sirene bercampur bau mesiu yang menyengat hidung, lalu ditingkahi kesibukan para jama’ah masjid, semuanya menyatu di lokasi pemboman. Tubuh Sheikh Yassin dan 8 jasad lainnya, serta cairan putih otak pemimpin spiritual Hamas itu, kelihatan tercecer di jalan. Dua anak Yasin yang sudah dewasa, Abdul Hadi dan Abdul Hamid, selamat dari keganasan serangan Israel. Keduanya termasuk di antara korban rudal-rudal Zionis, yang kini kondisi luka-luka mereka sangat serius.
Teror dan pembantaian Zionisme Yahudi atas non Yahudi adalah aqidah mereka. Mantan PM Israel Begin berkata: “Warga Palestina itu hanya sekedar kecoa-kecoa yang harus dienyahkan.” Dia kemudian melanjutkan komentarnya: “Kita harus sadar dan tahu bahwa tidak ada tempat di negeri ini untuk dua bangsa. Maka satu-satunya solusi adalah Palestina tanpa bangsa Arab dan tidak ada jalan selain pendeportasian bangsa Arab ke negara-negara tetangga, dideportasi semuanya tanpa ada pengecualian. Dan di sini, harus tidak ada suatu desa atau keluarga Arab manapun.” Ungkapan para tokoh Yahudi tidak lain dari aqidah mereka yang mengikuti dan mencontoh nabi dan kitab mereka. Nabi Ezekeil berkata: “Jangan belas kasihan kepada mata-matamu, jangan ampuni orang tua, pemuda, gadis, anak-anak dan kaum wanita. Bunuhlah mereka semua.” Talmud juga berkata: “Termasuk suatu keadilan jika orang Yahudi membunuh orang kafir dengan tangannya, sebab mengalirkan darah orang kafir itu sebuah bentuk pemberian korban kepada Tuhan.”
Yahudi Di Indonesia
Masuknya Yahudi ke Indonesia berbarengan dengan masuknya penjajah Belanda ke Indonesia. Dan banyak literatur yang menyebutkan bahwa Yahudi masuk bersama penjajah melalui jalur bisnis. Dan dikenallah jalur bisnis Belanda dengan nama VOC. Mayoritas kekayaan bangsa Indonesia diperas dan dirampok oleh penjajah Belanda. Kondisi krisis yang ada sekarang tidak lepas dari pengaruh penjajah Belanda dan peran Yahudi di belakangnya.
Cengkraman Yahudi di masa Orde Baru semakin kokoh. Tim ekonomi Indonesia dikuasai oleh orang-orang yang berkiblat pada barat, dimana IMF dan Bank Dunia menjadi pilar utamanya dalam ekonomi. Bahkan, dominasi penguasaan tim ekonomi itu terjadi sampai sekarang. George Soros sang penghancur ekonomi Indonesia sudah mulai masuk menguasai beberapa saham di Indonesia. Perjanjian pemerintah Indonesia dengan perusahaan Freeport milik Yahudi sangat merugikan bangsa Indonesia. Kekayaan alamnya dikuras, alamnya rusak sedang pemerintah Indonesia tidak berdaya menghadapi kuatnya lobi Yahudi yang dipimpin mantan menteri Luar Negeri Amerika Henry Kisingger. Dominasi Yahudi di Indonesia sudah sangat mengerikan, kondisi terakhir sudah mulai menguasai aset-aset vital milik bangsa Indonesia. Penguasaan itu melalui siasat yang bernama privatisasi. Dan mulailah perpindahan aset bangsa ke tangan asing terjadi, dari mulai BCA, PT. Indosat sampai yang terakhir perusahaan rokok PT Sampoerna.
Yahudi dan juga ada di belakang memback up dana bagi aliran-aliran sesat di Indonesia. Begitu juga simbol-simbol Yahudi banyak dipakai oleh kalangan muda Indonesia, di antaranya grup musik Dewa. Demikianlah Bangsa Yahudi, mereka selalu berada di belakang setiap kejahatan dan kehancuran yang menimpa dunia. Perang Dunia I yang disusul jatuhnya khilafah Islam Turki Utsmani, Perang Dunia II yang mengakibatkan penjajahan dunia Barat atas dunia Islam, merajalelanya penyakit Aids, pesatnya ekonomi Riba’, merebaknya NARKOBA, film-film porno dan seks bebas dll. Yahudi memiliki andil yang sangat besar pada itu semua.
Kehancuran Yahudi Di Palestina
Taqdir Allah telah menetapkan bahwa mereka akan dihancurkan Allah melalui orang-orang beriman. Allah akan menggiring mereka pada satu tempat di bumi Palestina untuk dihancurkan oleh tentara-tentara Allah.
Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon: wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah’, ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi. (HR Muslim)
(SCC/hdn)

Sumber: )*..

Hidayatullah.com - Dalami Islam dengan Baik, Cara Bentengi Paham Liberal

Hidayatullah.com - Dalami Islam dengan Baik, Cara Bentengi Paham Liberal